pernikahan adat wakatobi (4)
Culture & Habit,  Sulawesi Tenggara,  Wisata Indonesia

Acara Adat “Karia” di Wakatobi

Indonesia memang kaya akan budaya. Tiap daerah pasti punya kearifan lokal budaya sendiri untuk menunjukkan citra nya ke dunia luar, begitu pun daerah asal saya Wakatobi. Sebelumnya saya harus menginfokan apa tuh Wakatobi. Karena banyak orang yang sangat jarang mendengar nama itu sebelumnya. Tapi saya gak yakin jika sekarang orang orang tidak mengenal nama itu lagi. Hehe.. saya punya alasan logis untuk itu. Biasanya untuk orang awam, Wakatobi sering dianggap sebagai pulau di Jepang atau Pulau di Maluku. Hehe,, gak salah sih mereka berpikiran seperti itu. Yup,, itu karena nama Wakatobi sangat mirip dengan pulau pulau yang ada di Jepang. Hehehe

Well, sekarang saya ungkap dengan sangat jelas apa itu Wakatobi dan dimanakah dia berada sesungguhnya. Wakatobi adalah sebuah kepulau kecil di ujung sulawesi Tenggara. Banyak penyelam yang mengatakan wakataobi adalah pulau paling ujung di seluruh dunia,,hehe. Secara adminstratif, Wakatobi dulunya adalah bagian dari pulau Buton. Namun, setelah adanya otonomi daerah, wakatobi melepaskan diri dari pulau Buton dan membentuk kabupaten sendiri. Jadi, wakatobi sekarang berdiri tunggal sebagai satu kabupaten. Udah sampai situ sedikit tergambar kan tentang Wakatobi ? namun saya akan melanjutkan lagi pencerahannya ( hehehe,pengajian kalii yahh ?? ). Banyak orang yang salah pandangan tentang Wakatobi. Mereka berpikiran bahwa Wakatobi adalah satu kepulauan yang utuh, dan untuk ke tiap bagiannya bisa menggunakan jalur darat. Tapi nyatanya Wakatobi masih mewakili negara kita sebagai negara yang banyak pulau..hehe. Penasaran kenapa saya berkata demikian ? hal ini karena sebenernya Wakatobi itu adalah akronim dari empat pulau besar yang terpisahkan oleh lautan luas. Apa yah maksudnya ?? jadi kata Wakatobi berasal dari Wangi wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Jarak antar pulau memang membutuhkan energi ekstra untuk kalian bisa mencapainya. Bisa 2-3 jam lohh,, dan saya tinggal di pulau Kaledupa ( hehehe,,gak penting yah untuk diceritain ). Sampai di sini udah kegambar kan tentang Wakatobi? Karena yang ingin saya ceritakan bukan tentang Wakatobi nya tapi sisi budaya nya. Nanti saya akan mengupas tentang wakatobi lebih dalam lagi di lembar berikutnya.

Karia,, nama ini tentu asing buat kalian kan ?? heheh,,wajar lah. Nama itu hanya anda bisa dengarkan di Wakatobi. Karia adalah salah satu ritual di Wakatobi untuk merayakan hari dewasa sang anak kecil menjadi sosok yang mandiri. Acara ini adalah semacam pesta rakyat karena diikuti oleh banyak remaja remaja. Untuk mengikuti acara ini, orang tua kita harus mempersiapkan banyak makanan tradisional seperti lapa lapa ( makanan khas wakatobi yang terbuat dari campuran ketan dan beras merah, dibungkus dalam pelepah daun pisang ),ikan,telur,dll. Kemudian kita harus berkumpul di satu tempat bersama makanan yang sudah kita siapkan.

 

 pernikahan adat wakatobi (4)
Pakaian Adat Karia
Sore itu saya baru berusia 5 tahun. Saya dibangunkan tiba tiba oleh ibu saya untuk mandi dan bersiap untuk mengikuti acara karia. Saya sangat malas sekali waktu itu, karena saya berpikir ngapain sih ngikutin acara seperti itu. Tapi ibu saya tidak kehilanagan akal. Dia membangunkan saya berulang kali sehingga akhirnya saya menyerah dan kemudian beranjak dari tempat tidur saya menuju kamar mandi. Setelah dimandikan oleh ibu saya, saya kemudian digiring ke tempat yang sudah banyak orang berkumpul. Dan di sana banyak jenis makanan pun sudah siap. Yang paling saya perhatikan adalah makanannya dan bukan pada acara nya ..hehehe. maklum lah makanannya berbagai macam dan semua nya yummy banget. Nah acara puncaknya datanglah orang orang yang digotong dalam pandu yang dibuat sangat menarik sekali. Dihiasi dengan berbagai dekorasi yang mencirikan budaya Wakatobi. Orang orang dalam pandu itu mengenakan pakaian adat tradisioanal Wakatobi. Sungguh sangat menarik dan berkesan mengikuti acara ini, walaupun pada saat itu saya belum mengerti esensi dari mengikuti acara ini. Yang saya tahu acara yang saya ikuti itu sangat berkesan sampai saya masih tetap bisa mengingatnya dan menulisnya sebagai potongan kisah berkesan di masa kecil ku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *