Wisata Haji Lane
Singapore,  Wisata Luar Negeri

Hunting Foto di Bugis Street, Arab Street,dan Kawasan Little India – Part 3

Hunting Foto di Bugis Street, Arab Street,dan Kawasan Little India – Hari ke 3 alias hari terakhir kami di Singapore ingin kami habiskan dengan mengunjungi Universal Studio. Hal ini dikarenakan, tempat tersebut adalah salah satu icon wisata kota Singapore dan merupakan destinasi yang wajib dikunjungi oleh wisatawan Singapore. Setelah bertanya kepada roommate kami tentang akses menuju ke tempat tersebut, kami merasa mantap untuk berwisata hari itu. Walaupun dengan sedikit tanya sana sini juga nantinya.

Pukul 10.00 waktu Singapore kami menuju ruang makan untuk breakfast. Seperti biasa menunya adalah roti bakar, sereal, susu, dan kopi. Kami sempat berbincang bincang dengan turis asal America yang menjadi nomad Traveller dan mengajar di remote area Kolombia. Salut dengan bule bule yang lebih memilih menghabiskan hidupnya dengan kebebasan dan tanpa takut akan kekurangan materi. Berharap bisa punya keberanian menjalani hidup seperti itu juga one day.

Hunting Foto di Bugis Street, Arab Street,dan Kawasan Little India
Hunting Foto di Bugis Street

BACA JUGA : PERTAMA KALI KE LUAR NEGERI DAN PERJUANGAN MENCARI HOTEL – SINGAPORE PART 1

Di ruang komputer, saya menghampiri kenalan kami yang berasal dari Amerika dan merekam mereka ke dalam vlog perjalanan kami. Saya pun bertanya, agenda mereka kemana hari ini? dan ternyata karena hari terakhir, jadi mereka akan menghabiskan sisa waktunya untuk berbelanja oleh oleh ke Arab Street. Meninggalkan mereka yang lagi asyik main komputer, saya menghampiri adik saya dan menceritakan rencana perjalanan teman kami tersebut. Dan sontak saja, adik saya langsung merubah plan untuk ikut mereka saja hunting hunting foto daripada ke Universal Studio yang sudah merupakan wisata Mainstream. Disamping itu, hari ini pun merupakan hari terakhir kami, yang itu berarti kami tidak akan punya kesempatan lagi untuk berkunjung ke Bugis Street. Dan ikutlah kami dengan teman baru kami tersebut.

Sepanjang perjalanan ke Bugis street yang ternyata lokasinya bersebelahan dengan Arab street, saya sibuk mengabadikan moment kami dengan merekamnya. Kami jalan kaki loh ke tempat tersebut, karena ternyata jaraknya cukup dekat dengan hostel kami. Dan berbeda dengan saat jalan kaki di Indonesia, dimana pejalan kaki tidak diberikan akses khusus untuk menyebrang, di Singapore semuanya serba rapi. Ada tempat khusus untuk pejalan kaki menyebrang, akhirnya tidak berasa didiskriminasi lagi.

Selang berapa menit, kami pun tiba di Bugis street. Saat masuk ke dalam pasarnya, berasa masuk ke pasar kaget karena banyak sekali jajanan dan harganya murah murah. Saat masuk ke pasar ini, nuansa Chinanya masih terasa. Mungkin karena banyak pengunjung yang kami temui adalah orang China semua,hahhaa. Disini kami hanya membeli oleh oleh gantungan kunci Singapore untuk dibagikan kepada teman teman di tanah air. Harganya pun murah. Kalau tidak salah ingat, harganya sekitar 10 dollar Singapore untuk 10 pcs dan 1 pcs isinya 6 gantungan kunci. Ini berarti total gantungan kunci yang kami dapatkan sebanyak 60 gantungan kunci. Lumayan murah kan?

Setelah puas melihat lihat di Bugis street yang ujung ujungnya kami tidak membeli apapun juga selain gantungan kunci, kami pun beranjak untuk menuju Arab street yang tidak terlalu jauh juga dengan jalan kaki. Saat masuk kawasan Arab street, nuansa middle eastnya terasa sekali. Bangunan mesjid  (Mesjid Sultan) yang berdiri kokoh dan menjadi icon jalan ini menjadi background para wisatawan saat mengambil photo. Belum lagi banyak restorant khas middle east yang menjajakan makanan makanan khas seperti makanan khas Libanon dan lain lain. Disini juga banyak souvenir yang dijajakan, dan teman Malaysia kami membeli souvenir untuk dibawa pulang di jalan ini.

 

Arab street sign
Arab street sign

 

Mesjid Sultan Arab street
Mesjid Sultan Arab street

Selain itu juga kami tidak melewatkan untuk phoo photo di Haji Lane yang selalu jadi langganan wisatawan untuk mengabadikan moment liburannya selama di Singapore.

BACA JUGA : MENGUNJUNGI TEMPAT TEMPAT WISATA ICONIC DI SINGAPORE | GARDEN THE BAY DAN MARINA BAY – PART 2

 

Jalan Haji Lane
Jalan Haji Lane

 

Wisata Haji Lane
Wisata Haji Lane

Saat menunggu teman kami yang sedang belanja, saya duduk di toko parfum yang menjual parfum khas Arab. Sontak saja saya teringat ayah dan ibu saya yang baru pulang dari naik Haji karena bau badan mereka khas parfum ini, hhehehe. Saya sangat senang sekali berlama lama di jalan ini, karena saya serasa sedang liburan di negara negara middle east. Tapi berhubung sudah siang dan kami sudah kelaparan, kami pun beranjak dari tempat itu dan mencari makanan khas Indonesia.

Beruntung karena kami mendapatkan restorant yang menjual makanan khas Jawa (lalapan) yang tidak jauh dari Arab street. Teman Malaysia kami pun menyukai makanan Indonesia, katanya lebih enak daripada makanan mereka. Apalagi rendang, hahaha. Jadi bersyukur tinggal di Indonesia, walaupun dengan segala kekurangannya. Karena nyatanya, Indonesia masih merupakan surga kuliner. Setelah puas makan, kami bergegas pulang kembali ke hotel untuk istirahat sebentar, karena sore harinya kami berencana untuk menjelajahi kawasan Little India untuk photo street.

Kawasan Little India
Kawasan Little India

Setalah puas istirahat, kami melanjutkan perjalanan ke kawasan Little India. Teman Malaysia kami ingin memperlihatkan spot foto unik yang mereka juga belum pernah datangi dan hanya melihat dari instagram. Karena tempat ini sangat hits di kalangan para instagrammer, so kami pun tidak melewatkan untuk ikut berfoto juga di tempat ini.

Setelah muter muter, dari dikasih tahu arah jalan yang salah sama orang India. Sempat beli oleh oleh tas khas India, nawar harga dari 18 dollar Singapore menjadi 14 dollar Singapore, akhirnya kami temukan juga spot foto ini. Dan ternyata letaknya di pojokan dalam pasar, pantaslah susah untuk ditemukan. Yang unik dari spot foto ini adalah bangunan rumah bertingkat dan berwarna warni seperti pelangi. Memang khas rumah India banget sih. Setelah puas berfoto, kami istirahat sejenak.

Spot foto Unik di Kawasan Little India
Spot foto Unik di Kawasan Little India

Namun, tiba tiba saya tergelitik untuk mengambil video kumpulan burung dara yang jumlahnya sangat banyak dan sedang berkumpul karena ada makanan. Teman Malaysia kami malah mengambil kesempatan untuk berfoto saat para burung ini berterbangan, jadi hasilnya memang keren sih apalagi kalau pakai aplikasi Timelapse  (jika penasaran bisa nonton videonya di bawah).

Building in Kawasan Little India
Building in Kawasan Little India

Hari terakhir kami harus kami terima walaupun berat meninggalkan Singapore dan melanjutkan perjalanan ke Malaysia. Berpisah dengan teman Malaysia kami, meninggalkan suasana kawasan Little India yang sangat menyenangkan, dan keseruan lainnya. Walaupun ada beberapa hal juga yang kami tidak sukai dari berwisata di negara India. Terutama karena apa apa harganya mahal dan kami tidak cocok dengan makanannya. Selama berwisata 3 hari disini, kami lebih banyak membeli makanan jadi dari Sevel, ketimbang makan makanan khas India (gak cocok di lidah rempah rempahnya,hahha). Tapi overall kami sangat puas berwisata selama 3 hari di Singapore ini, oya hostel kami juga dekat dengan Mall Mustafa Center yang buka 24 jam dan harga elektroniknya juga terkenal murah loh.

TO BE CONTINUED…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *