Perjalanan Panjang dari Semarang ke Jepara
Jawa Tengah,  Wisata Indonesia

Perjalanan Panjang dari Semarang ke Jepara

Perjalanan Panjang dari Semarang ke Jepara – Setelah menghabiskan malam yang panjang dengan tidak bisa tidur di st.poncol, akhirnya tanggal 9 Mei 2014 merupakan hari dimana akhirnya aku akan menemukan kasur untuk tidur.. Yupp,, karena kami akan segera meluncur ke Jepara dan menginap satu malam di tempat tersebut. Setelah berleha leha sebentar sambil mendiskusikan transportasi yang akan kami gunakan ke Jepara apakah menggunakan bis atau mobil charteran, akhirnya kami akan ke Jepara dengan kondisi yang “normal”. Kenapa aku katakan normal?? Itu karena kami akan menggunakan mobil charteran (baca:avanza). Kendaraan yang sangat tidak bersahabat dengan kondisi seorang backpacker sebenernya. Tapi karena pertimbangan kenyamanan,waktu,dan juga biayanya yang tidak terlalu jauh selisihnya ketimbang harus ribet naik bis, maka kuputuskan untuk setuju dengan itu. Walaupun tadinya Ezza sempat mau naik bis,,tapi karena suara voting terbanyak mengalahkan suaranya yang cuma satu, akhirnya dia pun ngikut juga.

BACA JUGA : MENGUSIR STRESS DENGAN BERLIBUR AKHIR PEKAN DI BANDUNG

Perjalanan Panjang dari Semarang ke Jepara

Kami pun keluar dari stasiun untuk mencari bapak bapak yang menawarkan jasa rental mobil tadi malam.  Setelah terjadi tawar menawar yang cukup alot, maka akhirnya kami pun mendapatkan mobil rental avanza seharga Rp.300.000. Harga yang menurutku cukup wajar dan setimpal dengan kenyamanan yang akan kami dapatkan daripada naik bus umum. Dan kami pun langsung meninggalkan stasiun itu. Sebelumnya kami tak lupa mampir di kota tua dan simpang lima. Request ini untuk memenuhi rasa penasaran ezza yang ingin sekali melihat tempat itu. Walaupun menurutku tempatnya biasa saja. Dan kami hanya sempat mengambil foto di gereja dekat kota tua, selebihnya kami hanya melihat tempat lain dari kejauhan . Yupp,,karena menurut kami tidak ada yang menarik dengan wisata kota di Semarang. Entah penilaian kami ini dipengaruhi oleh keinginan kami yang ingin segera mendarat di kasur empuk atau bener bener penilaian objektif. Tapi yasudahlah ,, akihirnya kami bergegas menyuruh sopirnya untuk segera meluncur ke Jepara.

BACA JUGA : NUSA LEMBONGAN PART 3 : IMPIAN MENGUNJUNGI LE PIRATE CLUB TERCAPAI

Dalam perjalanan yang sangat panjang dan ditemani cuaca yang sangat panas, aku benar benar ingin memeluk bantal secepatnya. Belum lagi rasa gerah yang disebabkan belum mandi, menambah penderitaan selama perjalanan kali ini. Namun, tiba tiba sopir mengehentikan mobilnya tepat di dekat alun alun. Dan entah itu alun alun apa, sepintas itu sama dengan alun alun di yogya. Dan ternyata aku baru tahu setelah dijelaskan oleh sopirnya bahwa kami turun di dekat mesjid Demak. Mesjid yang hanya kudengar dalam buku sejarah. Dan kami pun tidak menyia nyiakan moment ini untuk mengabadikannya dalam bidikan kamera. Akhirnya semuanya bergegas turun, terkecuali bang Jaya. Tapi kemudian dia menyerah dan akhirnya turun juga. Mungkin dia merasa sayang kali ya jika wajahnya tidak muncul di salah satu moment kali ini. Benar benar banci kamera yang jaim,,hahahaha. Setelah motret sana motret sini, dan narsis sana naris sini, akhirnya kami pun kembali ke mobil. Dan di situ Ezza sudah mulai menampakan kenarsisannya.

BACA JUGA : HARI TERAKHIR DI NUSA LEMBONGAN DENGAN MENGINAP DI LUXURY RESORT

Perjalanan panjang kami selama kurang lebih 4 jam kali ini ditemani lagu Jawa yang sangat menganggu pendengaranku,,hehe. Maklum aku bukan penggemar lagu Jawa. Dan pun aku merequest lagu lain ke sopirnya. Tapi apa daya, karena sopirnya bukan program Dahsyat yang punya stock lagu lagu anak muda sekarang, akhirnya satu satunya pilihan hanya lagu Jawa itu saja. Tapi untungnya hendra punya card reader dan aku bisa memutar lagu lagu ku di mobil dengan bantuan car reader itu,,dan whoillaa aku pun bisa mendengarkan lagu yang membuatku dalam perjalanan tertidur. Dan semua lagu di playlist ku itu adalah lagu barat cuy,,hehehe. Gaul bener yaa aku. Tapi apa boleh dikata, cuma lagu barat yang bisa membangkitkan moodku karena bisa mengantarku ke memory saat aku sedang ada di Wakatobi.

Tak terasa kami sudah sampai di Jepara. Dan selanjutnya kami pun mencari penginapan untuk menjadi tempat peristirahatan kami malam ini. Teman teman ku tadinya ingin menginap di alun alun Jepara. Alasan mereka karena dekat kemana mana kalau mau beli makan. Tapi menurutku itu alasan yang klasik. Karena dimana mana pasti banyak warung nasi, selama masih ada manusia di situ. Dan aku pun tetap dengan keinginanku untuk menginap di pantai Jepara karena dekat dengan pantai. Nasib baik lagi lagi masih berpihak dengan ku. Karena tarif hotel yang sangat mahal di alun alun Jepara membuat kami memutuskan untuk nginep di pantai Jepara. Tarif homestay yang sangat murah dan pemandangan pantai yang selama ini sudah aku rindukan, membuatku terlelap dengan sangat damai di kasur empuk siang itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *