Arrived in Bunc Hostel Singapore
Singapore,  Wisata Luar Negeri

Pertama Kali ke Luar Negeri dan Perjuangan Mencari Hotel – Singapore part 1

Wisata di Singapore part 1 – Perjalanan kali ini semuanya serba mendadak karena ajakan dari teman, maka semuanya disiapkan serba mendadak. Mulai dari passport yang harus diperpanjang. Kami hanya punya waktu 8 hari untuk mempersiapkan semuanya. Sehingga saya memilih untuk menggunakan jasa Travel Agent untuk menguruskan perpanjangan passport saya sehingga bisa selesai hanya dalam waktu 1 minggu. Dan biaya yang harus saya keluarkan untuk itu sebesar 1 juta lebih yang harusnya normal 300 an ribu rupiah.

Setelah passport sudah di tangan, lalu saya mulai beli tiket pesawat. Harga tiket pesawatnya masih tergolong normal. Kami mengambil rute perjalanan Jakarta – Singapore – Malaysia – Jakarta. Hal ini karena kami rasa tidak afdol jika tidak menyambangi negeri jiran sekalian. Untungnya kami sudah booking hotel jauh jauh hari lewat booking.com. Alasan kami memesan kamar hotel lewat situs tersebut adalah karena tidak harus membayar DP atau pembayaran apapun di awal. Kita bisa membayar setelah tiba dan menginap di hotel tersebut. Namun kekurangannya garansi bahwa kita dapat kamar belum 100%.

Setelah semuanya siap, kami mulai berangkat tanggal 8 February 2017 dan jam penerbangan kami pukul 11 an siang. Saya mendapatkan jatah unpaid leave dari kantor 3 hari. Lumayan juga sih gaji dipotong selama 3 hari. Tapi ya sudahlah hidup hanya sekali jadi harus dinikmati selagi diberikan umur. Perjalan ke Singapore membutuhkan waktu sekitar kurang lebih 2 jam. Ketika tiba di bandara Changi International Airport saya dibuat takjub dengan bandaranya yang serba canggih. Ada tempat duduk sekaligus bisa dipakai untuk tidur, free komputer yang bisa dipakai untuk internet. Sepertinya kita tidur di bandara pun masih akan nyaman nyaman saja.

BACA JUGA : TRIP TO PEUCANG ISLAND DAN PENGALAMAN JACKPOT PERTAMA KALI

Wisata ke Singapore
Just Arrived in Airport

 

Kami mulai mencari cari imigrasi dan sempat juga kamera kami ditahan oleh petugas bandara dan menyuruh kami untuk menghapus beberapa video karena kami melakukan vlogging di area terlarang. Setelah menemukan tempat imigrasi kami pun mulai antri dan masuk berbarengan dengan adik saya ke pemeriksaan. Saya lolos tapi adik saya tidak. Saya mulai panik. Hal ini dikarenakan adik saya belum mengisi secara lengkap kartu yang diberikan saat di pesawat. Setelah mengisinya dan sempat beradu argument panjang lagi dengan petugas bandaranya yang tetap meminta alamat jelas hotel kami, akhirnya bisa lolos juga.

Kami mulai melanga melongo bingung naik kendaraan apa menuju hotel. Untuknya di tiap sudut bandara ini ada banyak petugas yang bisa memberikan info. Meski kesulitan dengan aksen bahasa Inggris Singapore mereka, akhirnya kami dapat titik terang untuk moda transportasi yang akan kami gunakan. Kami menggunakan skytrain menuju terminal 2 tempat MRT berada. Sekedar info bahwa untuk naik skytrain ini gratis yaa. Setelah tiba di terminal 2, kami langsung menuju dan antri di loket pembelian tiket yang ternyata itu hanya melayani tipe double trip. Jadi karena perjalanan kami adalah single trip, maka kami harus membeli tiket langsung di mechine. Walaupun sempat bingung, namun akhirnya berhasil juga dapat 2 tiket dengan biaya 4.80 dollar singapore.

Bandara Changi International Airport
Bandara Changi International Airport

Perjalanan kami dari terminal 2 Changi International Airport ke Little India melalui banyak kali transit dan banyak kali nanya orang. Maklumlah kami sangat takut sekali kesasar di negeri orang. Dan setelah tiba di kawasan Little India, kami mulai kebingungan. Kami pikir orang orang di sekitar kawasan ini akan sangat familiar dengan nama hotel yang akan kami tinggali “Bunc Hostel Singapore”. Tapi ternyata tak satupun yang mengenali hotel itu. Kami lupa print alamatnya dan juga kami tidak punya paket internet sama sekali.

Kami mulai terlunta lunta selama kurang lebih 1 jam ditambah lagi hujan deras. Bersyukur kami menemukan counter penjualan paket internet dan kami langsung membeli paket internet 15 GB untuk 5 hari pemakaian. Biaya kartunya itu 8 dollar singapore dan bebas nelpon ke sesama nomor Singapore. Cukup membantu juga pikirku. Penjual kartu ini adalah orang India Tamil. Kami banyak berbincang tentang daerahnya dan sudah berapa lama dia merantau di Singapore. Setelah hujannya reda, kami melanjutkan perjalanan. Dengan bantuan dari Google Maps, kami mendapatkan titik terang akan keberadaan hotel kami.

Memang ya hidup tanpa bantuan internet itu seperti hidup di alam rimba. Siap siap saja untuk tersesat. Akhirnya tepat pukul 6 malam, kami tiba di hotel kami dengan sedikit basah bekas hujan. Pada saat kami masuk ke dalam hotel, adik saya sedikit kaget karena tamu tamu di hotel ini didominasi oleh Turis Eropa. Tipe kamar di hotel ini adalah dorm, yang artinya 1 kamar terdiri dari ranjang bertingkat dan diisi dengan beberapa orang. Setelah check in, kami pun menuju kamar kami dan tiba tiba begitu akward karena sebelumnya kami belum pernah sekamar dengan orang asing apalagi ini dengan beberapa orang asing dari berbagai negara.

BACA JUGA : MENGUSIR STRESS DENGAN BERLIBUR AKHIR PEKAN DI BANDUNG

Arrived in Bunc Hostel Singapore
Arrived in Bunc Hostel Singapore

Biaya yang kami keluarkan untuk 3 malam di hotel ini adalah 102 dollar singapore which is tergolong murah untuk hotel di Singapore. Hal ini disebabkan karena berwisata di Singapore dirasa lebih mahal ketimbang ke negara manapun termasuk London. Ini juga dibenarkan oleh beberapa turis asing yang kami temui selama perjalanan. Untuk itu rata rata wisatawan yang berlibur di Singapore menghabiskan waktunya maksimal 3 hari. Setelah itu mereka akan pindah tujuan negara entah itu ke Kuala Lumpur atau Thailand.

Setelah beres beres kami mencari makan malam. Karena kami berada di kawasan Little India, maka restorant di sekeliling kami didominasi oleh restorant India. Akhirnya kami pun memutuskan untuk makan malam di salah satunya dengan memesan menu yang agak familiar di telinga yaitu Nasi Biryani. Adik saya baru pertama kali makan nasi Biryani dan dia serasa ingin muntah.LOL. Biaya 2 porsi makan ini plus 2 botol air mineral adalah 12.50 dollar singapore. Menurut kami ini mahal, bagaimana menurutmmu??

Setelah selasai makan malam, kami kembali ke Hotel. Namun sebelum itu, kami membeli peralatan mandi sepeti Shampoo, Sabun cair, dan lain lain. Ini karena barang barang kami ditahan di bandara Soekarno Hatta saat pemeriksaan. Lagi sial memang.

Oya, saya sedikit sekali mengambil foto untuk tulisan ini, jadi jika anda penasaran bagaiman moment moment yang saya ceritakan di atas. Bisa nonton video di bawah ini ya. Dan jangan lupa support Channel Youtube kami dengan like, comment, dan subscribe yaa. Agar kami termotivasi untuk selalu mendokumentasikan liburan kami lainnya. Thank you 🙂

To be continued

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *