Gembel Traveling
Jawa Tengah,  Wisata Indonesia

Pertemuanku Dengan Mereka Di Stasiun Senen

Pertemuanku Dengan Mereka Di Stasiun Senen – Tanggal 8 Mei 2014 merupakan hari dimana untuk pertama kalinya kami bisa menyingkap tembok ruang interaksi yang selama ini hanya bisa kami lakukan di dunia maya (a.k.a whatsapp). Untuk pertama kalinya juga aku bisa membuka diri untuk menjelajahi negeri Indonesia bersama orang banyak. Karena ketika berkelana hanya ada aku dan travelmateku yang menyusuri tiap sisi dari keindahan ibu pertiwi ini. Saat itu cuaca kota Jakarta sangat panas, cuaca yang sangat mendukung untuk bisa memulai petualangan dengan mood yang enak. Dan aku siap untuk memulai kembali menapaki jalan jalan nusantara ini.

Aku berangkat bersama grup dari Jakarta yang terdiri dari 8 orang sebenarnya dan berencana naik kereta. Tapi karena satu dan lain hal akhirnya 2 orang cewek yang lain memilih untuk menaiki transportasi yang berbeda dari kami. Alhasil hanya tinggal 6 orang yang berangkat menggunakan kereta dan 2 orang lainnya menggunakan bus. Kenapa harus naik kereta ?? Bagi aku pribadi karena pertimbangan  kenyamanan daripada naik bus dengan bau AC yang sangat menganggu perjalanan.


Orang yang datang pertama ke stasiun senen adalah Ezza. Sepintas saat aku pertama membaca nama nya di Whattsapp “Tuan Muda Ezza” dan melihat foto PP nya, aku pikir dia benar benar seorang Tuan Muda. Tapi pada saat berkenalan kesannya semua berubah,,hahaha.. Dia lebih mirip anak yang sangat pemalu namun tak tahu malu,,wkkwkw.. Hanya aku dan dia yang pertama tiba di stasiun itu. Yang lainnya tampaknya masih menjadi warga Indonesia yang baik , karena mereka masih bisa mempertahankan budaya Indonesia yaitu “Ngaret” ..hahaha. Tak selang berapa lama, ada pesan baru di group Whatssapp yang menunjukkan adanya penambahan orang yang tiba di stasiun. Orang itu adalah Reni, hehe.. Gadis cute yang berjasa mengabadikan fotoku di saat orang orang tidak bisa menggunakan kamera DSLR ku. Reni menyuruh kami untuk menyambanginya di Es teller 77, karena ternyata dia masih memanfaatkan fasilitas gratis (a.k.a AC) yang diberikan oleh tempat tersebut untuk ngadem. Dan aku pikir dia hanya sendiri, ternyata dia bersama seorang laki laki dengan wajah arab dan bernama Jaya. Awal nya aku berpikir dia bukan anggota trip kami, tapi adalah orang special yang mengantar reni ke stasiun. Kenapa aku sempat berpikir seperti itu, ya karena dia menggunakan baju dengan warna yang sama seperti baju couple yang sering digunakan oleh anak anak alay sekarang,,wkwkwk. Dan saat berkenalan, barulah aku tahu dia adalah anggota SC 14 juga yang telah berjasa membuat trip ini bisa mendapatkan tiket kapal dari Jepara – Karimun,hehehe. Dia orang yang berinisiatif mengambil langkah seribu ketika kami kehabisan tiket kapal express tanggal 9 Mei 2014 dan merubahnya ke kapal Ferry siginjai tanggal 10 Mei 2014. Dia jugalah yang membuat kami harus menempuh perjalanan selama 5 jam di lautan dan berpanas panasan di dek. Tapi special thanks ke dia yang juga bisa mewujudkan liburan kami kali ini.

Terkumpul sudah 4 orang di stasiun saat itu. Waktu menunjukkan pukul 15.40. 40 menit lagi kereta kami berangkat. Kami mengambil kereta ekonomi pukul 16.20 untuk memindahkan kami dari kota Jakarta yang sangat hectic ke Kota Semarang yang menjadi simbol kota yang sederhana. Kami mulai ngobrol satu sama lain, aku membuka obrolan dengan menceritakan pengalamanku yang paling konyol saat solo travelling ke Semarang dan menginap di warnet dengan mengambil paket 12 jam. Suatu usaha untuk merasakan hidup di bawah namun sebenernya hanya alasan untuk mengirit biaya perjalanan,,wkwkwkw. Obrolan ini ku lontarkan hanya ingin mencairkan suasana yang sedikit kaku. Maklumlah, itu pertemuan pertama kami saat hanya bisa mengekspresikan bahasan lewat dunia maya. Kadang orang yang kita nilai di dunia maya sangat cerewet belum tentu aslinya mereka bisa secerewet itu, bahkan kebalikannya. Itu adalah teori mutlak. Dan melihat makanan dan minuman nganggur di depan ku, aku pun mulai mengeluarkan keahlian ku dalam melakukan modus. ” Ini minuman siapa,?” tanyaku. “Minum aja is” kata kata itu terlontarkan dari mulut reni. Entah itu jawaban tulus atau jawaban gak enak karena ketika aku bertanya seperti itu tanganku sudah mulai memegang botol minuman itu dan siap siap akan diteguk airnya,,wkwkwkw. “Terima Kasih ren” kulontarkan bersamaan dengan terobatinya rasa dahaga ku ketika telah meneguk hampir setengah botol minuman itu.

Peserta berikutnya mulai menampakkan batang hidung nya lagi, di saat kami sudah akan beranjak meninggalkan es teller 77 dan bersiap siap memasuki stasiun kereta. Peserta lain itu bernama Lingga. Cowok jangkung dan bergigi kawat. Dia adalah simbol dari anak Jakarta dan seorang Traveller yang gaul pikirku. Rambutnya berdiri kaku seperti diberikan sebuah zat yang bisa mempertahankan keklimisannya. Dan tinggal satu orang lagi yang masih kami harus tunggu, namanya Hendra. Dia anak yang sangat santai dan nampaknya tidak memperdulikan waktu yang bergulir sangat cepat. Dengan santai nya dia menginfokan kami kalau dia masih di dalam bus dan macet. Waah,, gubrak..kayak gak tahu Jakarta saja, berangkat jam 3 sore bisa bisa tiba jam 5 sore di tujuan. Hampir aku memprovokasi anggota yang lain untuk meninggalkan dia, karena waktu menunjukkan tinggal 20 menit lagi kereta kami akan berangkat. Tapi nampaknya nasib baik masih berpihak pada dia. Di saat kami mulai melangkahkan kaki kami memasuki stasiun, dia datang tergopoh gopoh dengan ransel kecilnya. Wueeekk,, di saat yang lainnya menggendong cariel dengan volume raksasa, dia dengan santai nya hanya membawa 1 ransel kecil dan 1 bag yang nampaknya hanya berisikan dompetnya. Setelah semua nya terkumpul, akhirnya dengan perasaan lega kami memasuki stasiun agar tidak ketinggalan kereta. Biar lah kami menunggu di dalam. Menunggu lebih baik daripada ditinggalkan. Seperti itulah pertemuan pertama kami di Stasiun Senen. Stasiun yang telah memberikan memori padaku dan menjadi tempat dimana aku bisa kembali ke dunia ku yang sesungguhnya yakni seorang “Pejalan Sejati”.

Pertemuan di St.Senen

Untuk Pertama Kalinya Kami Berkumpul
 Para Backpacker Karimun Jawa
Dari Kiri Ke Kanan (Hendra,Lingga,Ezza,Reni,Jaya)
Gembel Traveling
Dari Kiri Ke Kanan (Aku,Lingga,Ezza,Reni,Jaya)
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *